8 Peren DANA DESA WAJIB UNTUK PENANGANAN COVID 19, KADES MARWANTO : " Sempat Bingung dan Merubah RAPBDes Yang Sudah Selesai "

8 Peren DANA DESA WAJIB UNTUK PENANGANAN COVID 19, KADES MARWANTO : " Sempat Bingung dan Merubah RAPBDes Yang Sudah Selesai "


Media Center Desa Marga Mukti, - Pandemi Covid 19 Belum Berakhir, Pada Tahun Anggaran 2021 Pemerintah Daerah Kabupaten Mukomuko mewajibkan 8% dari Dana Desa Untuk Penanganan Covid 19 Di Seluruh Desa, dengan dasar hukum penggunaan dana desa sebesar delapan persen adalah PMK Nomor 17 tahun 2021, Per DJPK Nomor 1/PK/2021, Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 4 tahun 2021 dan instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 1 tahun 2021.

Pemerintah Daerah Kabupaten Mukomuko melalui Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa ( Kadis DPMD ) Melalui Kabid Pemberdayaan Masyarakat M Fadli mengatakan sifat penggunaan DD 8% adalah wajib, dan desa yang tidak menganggarkan akan di kenakan sanksi berupa penangguhan pencairan Tahap ke 2, Sementara itu terkait Penggunaan DD 8% adalah untuk pencegahan, pembuatan Posko Jaga, Biaya Isolasi jika ada Warga Yang terpapar Covid 19, dan kebutuhan lainnya terkait Covid 19. Sumber

Sementara Kepala Desa Marga Mukti Marwanto Menanggapi hal tersebut bahwa dengan keluarnya Edaran terbaru terkait Penggunaan 8% ( red ) dari dana desa Sempat membuat bingung, hal ini di karenakan Rencana Anggaran Belanja Desa ( RAPBDes ) Desa Marga Mukti Sudah Selesai, baru keluar Edaran dari DPMD sehingga mau tidak mau Pemdes harus mengubah kembali RAPBDes Yang Sudah Di susun.

" Sempat Bingung, Karena RAPBDes Kita Sudah Selesai tinggal menunggu Evaluasi, tapi tiba-tiba muncul edara yang 8% Dana Desa Harus Di siapkan untuk Penanganan Covid, ya akhirnya kita harus ubah lagi RAPBDes Kita ", Ujarnya di Ruangan Saat Berbincang Dengan TIM Media Center Desa.

Marwanto juga tidak mempermasalahkan, karena baginya dengan Edaran tersebut menjadikan kita memiliki persiapan jika sesuatu yang tidak di inginkan terjadi, serta ia juga berharap Pandemi Cepat Berlalu.

" Kalau di bilang Masalah ini bukan masalah, tapi justru ini sebenarnya memberikan Kelonggaran kepada desa jika sesuatu yang tidak di inginkan itu terjadi, kita belajar dari tahun kemarin yang tidak memiliki kesiapan untuk penanganan, akhirnya di tengah jalan kita harus banyak melakukan perubahan pada APBDes Kita " ungkapnya.

" Tentunya kita semua juga berharap, agar Pandemi ini cepat berlalu, supaya kita bisa kembali fokus dengan kemajuan Desa, serta pesan saya kepada masyarakat agar dapat tetap mematuhi protokol kesehatan yang berlaku, serta melaporkan setiap aktifitas kesehatan terkait Covid 19 kepada satgas Desa " tutupnya. MDC/aa

0 Comments: