INSPIRATIF "NURKHOLIS"  BUTUH 2 TAHUN UNTUK JADIKAN LAHAN INI PRODUKTIF, INI DIA CERITANYA!

INSPIRATIF "NURKHOLIS" BUTUH 2 TAHUN UNTUK JADIKAN LAHAN INI PRODUKTIF, INI DIA CERITANYA!




Media Center Desa Marga Mukti - Sabtu, 03 Oktober 2020 - Memiliki Lahan Pertanian sendiri merupakan impian bagi semua orang, namun terkadang seseorang sering terbentur dengan letak geografis pada sebuah wilayah dan pertumbuhan penduduk yang membuat lahan pertanian semakin menyempit, seperti yang terjadi pada salah seorang warga Desa Marga Mukti Kecamatan Penarik, Kabupaten Mukomuko, di mana Topografi dari desa ini memiliki hampir 70% wilayahnya merupakan perkebunan kelapa sawit, padahal di era tahun 80-90 an akhir desa ini merupakan wilayah persawahan dan juga perkebunan Kopi.
Sementara itu mulai pada tahun 2000an awal masyarakat desa ini mulai mealihfungsikan lahannya menjadi perkebunan kelapa sawit termasuk sawah sawah yang dulunya di tanami padi, sehingga tak jarang sekarang banyak persawahan yang kosong dan beralih fungsi menjadi Rawa-rawa yang tidak terurus.

Hal ini yang membuat salah satu warga Desa Marga Mukti Nurkholis yang juga merupakan Ketua BPD Periode 2020-2026 mencoba memanfaatkan lahan kosong tersbut untuk di tanami palawija dan juga buah buahan tropis lainnya, Ia bercerita kepada tim media center bahwa ia memulai untuk memanfaatkan lahan kosong milik orang tuanya tersebut pada masa-masa awal menikah.

" ya saya kan emang hobi di pertanian karena saya juga anak seorang petani, jadi lihat lahan seperti itu muncul keinginan kuat untuk memanfaatkan lahan, nah itu terjadi pas awal-awal nikah karena itu lahan kan milik orang tua " ungkapnya mulai bercerita.

Ia juga menceritakan untuk mengolah lahan yang sudah lama tidak terurus sedikitnya dia butuh waktu 2 tahun untuk kembali menjadikan lahan tersebut siap produksi, tidak jarang ia sering bekerja sampai larut malam dan tertidur di atas Lahan tersebut bahkan tak jarang ada orang yang mencibirnya.

" Dulu mas pas awal buka itu percaya atau tidak itu terserah ya, tapi ini memang saya alami, selama 2 tahun itu saya gak kerja di mana-mana, saya fokus ngolah tanah ini mas, bahkan pernah itu sampai ketiduran di atas lahan dan tau tau udah pagi, gak jarang juga mas ada orang yang Mandang sebelah mata " ungkapnya penuh makna 

Setelah lahannya siap untuk di tanami Ia mulai menanam cabai dan beberapa sayuran dengan modal hasil pinjaman dari salah satu saudaranya, ia mengatakan hasil panen pertama pada waktu itu bisa untuk menutupi hutangnya bahkan masih memiliki sisa untuk menanam kembali.

" Dulu itu pertama saya nanam cabai mas, sama sayuran untuk di konsumsi sendiri, dan Alhamdulillah hasil dari jual cabai waktu itu bisa untuk bayar hutang sama Alhamdulillah masih ada sisa untuk modal selanjutnya mas "

Setelah beberapa tahun ia menjalani proses cocok tanam sayur dan palawija, kini ia mulai mencoba untuk membuat suatu yang berbeda, di mana ia sudah memulai untuk menanam buah-buahan untuk nantinya akan di jadikan agrowisata.

" Iya mas saya juga punya cita-cita untuk membuat agrowisata Buah, jadi sekarang lahan itu sudah saya tanami Buah-buahan " ungkapnya optimis.

Namun ada beberapa kendala yang ia hadapi saat ini dimana untuk pembuangan air belum memadai tidak jarang jika debit air hujan tinggi maka tanamannya akan terrendam, itu di sebabkan karena lahan rawa di atas dan bawahnya masih belum di manfaatkan dengan maksimal oleh pemiliknya, dan ia mengajak masyarakat untuk memanfaatkan lahan tersebut dan bersama-sama maju.

" Ya mas kendalanya itu kalau hujan deras, nah itu air meluap, karena kan masih banyak lahan yang kosong, ya harapan saya dan saya mengajak masyarakat untuk dapat memanfaatkan lahan lahan itu dengan baik sehingga bisa maju bersama " tutupnya. *MDC/aa*

0 Comments: